Maria Elisa Hospita
27 Oktober 2020•Update: 27 Oktober 2020
Ruslan Rehimov
BAKU
Pasukan Armenia kembali melanggar gencatan senjata yang diperantarai Amerika Serikat dengan menembaki tentara dan permukiman Azerbaijan.
Menurut Kementerian Pertahanan Azerbaijan, bentrokan terus berlanjut di daerah perbatasan Hocavend dan Fuzuli, serta di Kota Gubadli.
Tentara Azerbaijan menangkis serangan tersebut dengan menghancurkan sebuah tank T-72, empat D-30 dan tiga howitzer D-20, sistem rudal anti-pesawat Osa, sistem rudal Grad, stasiun radar, dan enam kendaraan pasukan Armenia, dan melumpuhkan personel militer Armenia dalam jumlah besar.
Gencatan senjata itu diumumkan pada Minggu dan mulai berlaku pada Senin pukul 08.00 waktu setempat (0400 GMT).
Gencatan senjata pertama, yang dicapai pada 10 Oktober, dilanggar dalam waktu 24 jam karena serangan rudal Armenia ke Kota Ganja di Azerbaijan dan merenggut nyawa warga sipil.
Kemudian, gencatan senjata kedua yang berlaku pada 17 Oktober juga dilanggar oleh Armenia.
Hingga saat ini, sedikitnya 65 warga Azerbaijan tewas dan 297 lainnya luka-luka.
Selain itu, 2.243 rumah, 90 apartemen dan 402 fasilitas sipil lainnya rusak akibat serangan Armenia.
*Ditulis oleh Erdogan Cagatay Zontur