Rhany Chairunissa Rufinaldo
12 Desember 2019•Update: 13 Desember 2019
Beyza Binnur Donmez
ANKARA
Administrasi Penerbangan Federal (FAA) AS mengatakan bahwa kemungkinan tidak akan memberikan lampu hijau bagi pesawat Boeing 737 Max untuk terbang hingga 2020.
"Seperti yang saya katakan ada sejumlah proses, tahapan, yang harus diselesaikan," kata kepala FAA Steve Dickson kepada jaringan CNBC, Rabu.
Mencatat bahwa tidak ada batas waktu kapan 737 Max akan disertifikasi ulang, Dickson mengatakan masih ada 10 hingga 11 tahapan yang harus diselesaikan sebelum pesawat disetujui kembali.
Tanggal pemberian izin terbang bagi pesawat yang bermasalah itu telah beberapa kali ditunda dan jika 737 Max mendapat persetujuan dari FAA, Boeing harus mengambil kembali armada yang telah dilarang terbang sejak Maret itu dan melatih kembali ribuan pilot.
"Kami akan mengikuti setiap langkah proses, betapapun lama," ujar Dickson.
Dia menekankan bahwa timnya saat ini sedang meninjau perangkat lunak pesawat dan validasi bagaimana perangkat lunak itu dikembangkan.
Model pesawat terlaris Boeing itu dilarang terbang di seluruh dunia setelah mengalami dua kecelakaan yang menewaskan ratusan orang dan merugikan Boeing miliaran dolar.
Pada 10 Maret 2019, Ethiopian Airlines ET-302 jatuh tak lama setelah lepas landas dari bandara Addis Ababa dan menewaskan 157 penumpang dan awak.
Model pesawat itu juga terlibat dalam kecelakaan Lion Air JT610 di Jakarta pada Oktober 2018, di mana 189 orang penumpang dan awak tewas.
Setelah dua insiden tersebut, banyak negara termasuk AS, Turki, Rusia, Iran dan sejumlah negara Eropa melarang Boeing 737 Max untuk terbang.