Safvan Allahverdi
02 Mei 2018•Update: 03 Mei 2018
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Amerika Serikat pada Selasa menyalahkan "kesalahan penulisan" dalam pernyataan kontroversial mengenai program nuklir Iran yang dirilis oleh Gedung Putih, sebuah simpulan yang dapat memiliki implikasi besar bagi kesepakatan nuklir Iran.
Dalam pernyataan tertulis yang dikirim oleh juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders ke pers pada Senin malam, Gedung Putih mengatakan bahwa informasi baru yang didapatkan oleh intelijen Israel membuktikan bahwa Iran "memiliki program senjata nuklir yang kuat dan rahasia".
Pernyataan itu kemudian diubah di situs Gedung Putih untuk mengklarifikasi bahwa Iran 'pernah memiliki' program senjata nuklir yang kuat, tanpa mengakui kesalahan penulisan sebelumnya.
"Menurut kami kesalahan terbesar yang dibuat di bawah pemerintahan Obama adalah dengan bergabung dalam kesepakatan ini. Kesalahan penulisan yang dimaksud telah diperbaiki. Kami fokus untuk bergerak maju demi keselamatan dan keamanan negara kami," tegas Sanders saat konferensi pers.
Intelijen Amerika menemukan bahwa Teheran telah membekukan program nuklirnya menyusul kesepakatan yang terwujud di era Obama untuk mencabut sanksi sebagai ganti pembatasan ambisi nuklirnya.
Dalam konferensi pers itu, Sanders menyebut Iran sebagai "aktor yang tidak jujur" dalam perjanjian nuklir. Menurutnya, "Iran telah berbohong dari awal" dan kesepakatan itu dibuat dengan kepura-puraan.
Dia juga mengklaim bahwa kemampuan nuklir Iran "jauh lebih maju dan andal dari yang mereka tunjukkan" dan jika kesepakatan nuklir dipertahankan seperti sekarang maka akan menjadi masalah besar.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Senin menyatakan bahwa dinas intelijen Israel telah memperoleh dokumen Iran sebanyak 55.000 halman yang mengungkap bagaimana Teheran berbohong kepada dunia setelah menandatangani perjanjian penting pada 2015 untuk mengekang program nuklirnya.
Presiden Donald Trump diperkirakan akan mengumumkan keputusannya - apakah AS akan menarik diri dari kesepakatan - pada 12 Mei.