Maria Elisa Hospita
29 Agustus 2019•Update: 30 Agustus 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat dan Arab Saudi sepakat bahwa dialog adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri konflik di Yaman.
Pemberontak Houthi masih menguasai sebagian besar wilayah Yaman meskipun Saudi melancarkan kampanye serangan selama empat tahun terakhir.
"Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan Wakil Menteri Pertahanan Saudi Khalid bin Salman setuju 'dialog merupakan satu-satunya cara untuk mencapai Yaman yang stabil, bersatu, dan makmur'," ungkap Departemen Luar Negeri AS.
Selama pertemuan bilateral, Pompeo menegaskan kembali dukungan AS untuk resolusi yang dinegosiasikan antara pemerintah Republik Yaman dan Dewan Transisi Selatan.
"Dia juga berterima kasih kepada menteri atas upaya Arab Saudi untuk menengahi perselisihan," kata juru bicara Deplu, Morgan Ortagus, dalam sebuah pernyataan.
Menurut Ortagus, para pejabat membahas masalah bilateral, Iran, dan hak asasi manusia.
Yaman masih dilanda kekerasan sejak 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi menguasai sebagian besar wilayah negara itu, termasuk ibu kota, Sanaa.
Konflik meningkat setahun kemudian ketika Arab Saudi dan sekutunya meluncurkan kampanye udara besar-besaran yang bertujuan mengalahkan Houthi sekaligus mendukung pemerintah Yaman yang pro-Saudi.