Hayati Nupus
29 Agustus 2019•Update: 29 Agustus 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Menteri Pertahanan AS Mark Esper pada Rabu menyatakan harapannya agar Turki melepaskan sistem anti-udara S-400 dan kembali ke program F-35.
“Saya sudah jelas menyatakan dalam komentar publik dan secara pribadi dengan mitra Turki: F-35 atau S-400. Bukan keduanya. Ini tidak memarkir di satu garasi,” kata Esper kepada wartawan di Pentagon.
“Seperti yang telah saya katakan, Turki telah lama menjadi mitra dan sekutu yang hebat. Saya berharap mereka akan kembali ke arah kami dan benar-benar sesuai dengan apa yang disepakati NATO bertahun-tahun lalu, dan akan memulai divestasi peralatan Rusia eks Soviet,” tambah dia. “Tampaknya mereka bergerak ke arah yang berbeda.”
Pemerintahan Trump menangguhkan Turki dari sistem F-35, karena Ankara menerima S-400. Peluangnya ada pada kompromi di mana Turki mempertahankan sistem anti udara Rusia, namun tak dapat kembali ke program F-35 Joint Strike Fighter.
Presiden AS Donald Trump berulang kali menyatakan keengganannya untuk menghukum Turki atas pembelian sistem pertahanan rudal S-400, saat mengumumkan penghapusan nama Ankara dari program tersebut Juli lalu.
Pemerintahan Trump menyatakan bahwa sistem S-400 dapat membuka kemungkinan masuk ke akal-akalan Rusia dan tak kompatibel dengan sistem NATO.
Turki menolak disebut jika S-400 tak dapat diintegrasikan ke dalam sistem NATO dan akan menimbulkan ancaman bagi aliansi.
Trump menyalahkan pemerintahan Obama atas pertikaian ini dan penolakannya untuk menandatangani kesepakatan dengan Turki untuk menjual sistem rudal Patriot produksi perusahaan pertahanan Amerika Raytheon.
Turki menerima pengiriman S-400 gelombang kedua Selasa lalu, dan pengiriman dijadwalkan berlangsung selama sebulan, menurut Kementerian Pertahanan Turki.
Rudal tersebut tiba di Ankara Juli lalu. Pengiriman baterai pertama rampung pada 25 Juli.
Setelah pembelian sistem rudal pertahanan udara dari AS berlarut-larut dan tak juga rampung, pada April 2017 Turki meneken kontrak pembelian S-400 dari Rusia.
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada Rabu mengatakan bahwa jika Ankara tak mendapatkan jet tempur F-35, negara akan mencari alternative. Namun Cavusoglu mengatakan itu bukan pilihan yang disukai.