Michael Hernandez
01 Februari 2024•Update: 06 Februari 2024
WASHINGTON
Amerika Serikat (AS) pada Rabu mengungkapkan Turkiye berpotensi kembali ke program pesawat tempur gabungan F-35 jika pertikaian yang sedang berlangsung dapat diselesaikan.
“Tidak ada perubahan pada pandangan kami bahwa program F-35 untuk Turkiye tidak sesuai dengan penggunaan rudal S-300 dan S-400 (Rusia). Jadi kami masih melakukan diskusi mengenai hal tersebut, dan apakah Turkiye dapat menyelesaikannya? kekhawatiran kami tentang hal itu, maka mungkin akan ada pemulihan pergerakan ke dalam program F-35,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby kepada wartawan di Gedung Putih.
AS menangguhkan Turkiye dari program jet tempur F-35 pada 2019 setelah keberatan dengan pembelian Ankara terhadap sistem pertahanan udara S-400 Rusia, dan mengklaim sistem Rusia itu akan membahayakan jet tempur dan tidak dapat dioperasikan dengan sistem NATO.
Ankara telah berulang kali mengatakan bahwa tidak ada konflik antara keduanya dan mengusulkan pembentukan komisi untuk mempelajari masalah tersebut.
Turkiye juga mengatakan pihaknya telah memenuhi kewajibannya terkait program F-35 dan alasan penangguhan tersebut tidak sesuai.
Komentar Kirby itu mendukung pernyataan yang dibuat oleh Wakil Menteri Luar Negeri AS Victoria Nuland, yang pada Senin mengatakan saat mengunjungi Turkiye bahwa Washington akan “menyambut Türkiye kembali ke dalam keluarga F-35” jika perselisihan soal S-400 diselesaikan.