Maria Elisa Hospita
26 September 2018•Update: 26 September 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat mencela negara-negara partisipan perjanjian nuklir 2015 (JCPOA), setelah mereka mengusulkan sistem keuangan untuk menghadapi sanksi AS ke Iran.
"Ini adalah salah satu langkah yang paling kontraproduktif untuk perdamaian dan keamanan regional dan global," ujar Pompeo pada Selasa.
Pada bulan Mei, Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik partisipasi AS dari JCPOA, dan mengabaikan usulan dari sekutu dekat AS. Kemudian pada Agustus, Washington memberlakukan kembali sanksi ke Iran.
Pada Senin, enam partisipan perjanjian yang tersisa - Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, China, dan Iran - mengumumkan akan memfasilitasi transaksi finansial dengan Iran.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini mengatakan bahwa sistem tersebut akan memungkinkan "perusahaan-perusahaan Eropa untuk melanjutkan perdagangan dengan Iran" dan sistem itu "terbuka bagi mitra lain di dunia".
Sementara Pompeo mengatakan bahwa hal itu akan memungkinkan pemerintah Iran untuk mengukuhkan "posisinya sebagai negara sponsor teror nomor satu".
Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS telah menerbitkan dokumen 48 halaman yang mencatat sejarah "tindakan destruktif" Iran sejak tahun 1980, termasuk program rudal balistik dan aktivitas finansial ilegal.
Komentar Pompeo muncul saat Trump bersiap-siap memimpin sidang Dewan Keamanan PBB pada Rabu, yang diperkirakan akan berfokus pada isu-isu Iran.
Presiden Iran Hassan Rouhani diizinkan menghadiri sidang, namun tidak diketahui apakah dia bersedia hadir atau tidak.