Maria Elisa Hospita
03 Februari 2018•Update: 04 Februari 2018
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Rezim Bashar al-Assad Suriah diperkirakan telah memproduksi senjata amunisi jenis baru untuk menghindari deteksi dan sanksi internasional, kata Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Jumat.
Menurut seorang sumber, senjata baru ini menggunakan mekanisme yang belum pernah digunakan sebelumnya dalam serangan senjata kimia di Suriah.
Deplu AS menduga bahwa rezim Suriah telah menggunakan bom barel untuk menyebarkan gas klorin dalam serangan pada Kamis.
"Jika dugaan ini terbukti benar, maka ini menjadi serangan dengan senjata kimia ketiga kalinya dalam 30 hari terakhir, di Ghouta Timur," jelas Deplu.
Deplu menambahkan: "Kami juga khawatir bahwa rezim Suriah diam-diam masih menyimpan cadangan senjata kimia, yang jelas-jelas melanggar Konvensi Senjata Kimia (CWC) dan kewajiban internasionalnya,"
Ghouta Timur berada di bawah kepungan rezim selama lima tahun.