Astudestra Ajengrastrı
28 September 2018•Update: 28 September 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Profesor universitas Christine Blasey Ford menampik tuduhan dirinya salah mengidentifikasi pria yang melakukan pelecehan seksual terhadapnya pada Kamis, berkata dirinya yakin bahwa pria tersebut adalah nominasi Jaksa Agung Brett Kavanaugh, yang kemudian menolak dengan emosional dan menahan marah semua tuduhan yang dilayangkan Ford.
Ford menyampaikan testimoni di hadapan Komite Kehakiman Senat setelah Kavanaugh, 53 tahun, kini menghadapi tuduhan publik dari tiga wanita lain menyusul pengakuan mengejutkan dari Ford di awal bulan ini. Tuduhan pelecehan seksual yang dikatakan terjadi puluhan tahun lalu ini membuat jalan hakim konservatif tersebut menuju pimpinan badan kehakiman tertinggi AS semakin terjal.
Ford tampak tak tergoyahkan saat mengingat kembali orang yang menyerangnya itu, berkata kepada komite dirinya "100 persen" yakin bahwa Kavanaugh yang melakukannya, bersama dengan teman sekolahnya Mark Judge pada 1982. Kavanaugh dan Judge menguncinya di sebuah kamar saat sebuah pesta berlangsung dan menyudutkannya di atas sebuah tempat tidur sembari berusaha melepas bajunya dengan paksa.
"Saya yakin dia mencoba memerkosa saya," kata dia. "Saya merasa susah bernapas, dan saya berpikir Brett akan tak sengaja membunuh saya. Baik Brett dan Mark tertawa-tawa dan mabuk saat serangan terjadi. Mereka sepertinya bersenang-senang. Mark memburu-buru Brett, dan kadang-kadang memintanya untuk berhenti."
Namun bukan itu yang dikatakan Ford paling dia ingat selama serangan tersebut, namun "tawa terbahak-bahak" dari Kavanaugh dan Judge.
"Yang tidak bisa saya hapus dari hippocampus saya adalah tawa mereka, tawa terbahak-bahak mereka berdua dan bahwa mereka bersenang-senang di atas penderitaan saya," papar dia, merujuk pada bagian di dalam otak yang bertugas membuat dan menyimpan memori.
Ford tampak bergetar ketika menyampaikan ingatan ini di depan Senat.
"Saya, Anda tahu, berada di bawah salah satu dari mereka ketika mereka tertawa -- dua teman yang saling bersenang-senang."
Kavanaugh, yang menyampaikan pembelaannya dengan emosional dan acap kali terlihat marah, mengaku tak bersalah, dan mengatakan keluarga dan nama baiknya "telah dirusak secara total dan permanen oleh tuduhan jahat dan palsu" selama 10 hari setelah Ford blak-blakan kepada publik.
Hakim ini berkata kepada panel dia akan melakukan "apa saja yang diinginkan komite" namun sejurus kemudian menolak menjawab pertanyaan apakah dia akan meminta FBI menyelidiki kebenaran tuduhan yang dibuat Ford.
Partai Republik berusaha mengesahkan nominasi dari Presiden AS Donald Trump menjadi kepala badan pengadilan tertinggi Amerika ini sebelum pemilu tengah masa jabatan pada November, di tengah ancaman Partai Demokrat menguasai kursi mayoritas Senat. Jika ini terjadi, maka akan semakin sulit bagi mereka menunjuk orang pilihan Presiden Trump menjadi nominasi Jaksa Agung.
Senator Partai Republik Lindsey Graham mengometari anggota komite dari Demokrat dengan keras, dan dengan marah berkata, "Anda ingin menghancurkan hidup pria ini," merujuk pada Kavanaugh, "membiarkan posisi ini kosong dan berharap Anda menang pada 2020. Anda menginginkan itu!"
"Jika Anda bertemu Sotomayor dan Kagan, katakan Lindsey titip salam, karena saya memberikan suara untuk mereka. Saya tidak akan pernah memperlakukan mereka seperti Anda memperlakukan pria ini," ujarnya kepada Kavanaugh, merujuk kepada dua hakim Mahkamah Agung yang beraliran kiri.
Kavanaugh sendiri menuduh Komite Kehakiman Demokrat telah menggantikan frasa 'saran dan persetujuan' dengan 'mencari dan menghancurkan', merujuk pada tugas konstitusi khusus yang dimiliki Senat.
Ford berkeras tak bersaksi karena dia menginginkannya, mengaku dia "sangat ketakutan" karena melakukannya, namun yakin bahwa berbicara di hadapan Senat adalah "kewajiban warga" yang harus dia lakukan.
Dalam cuitan Twiiter pada Kamis malam, Trump tetap membela pilihan Jaksa Agung-nya, berkata "Hakim Kavanaugh menunjukkan kepada Amerika alasan mengapa saya menunjuk dia."
"Kesaksiannya sangat kuat, jujur, dan menarik. Strategi mencari dan menghancurkan dari Demokrat sangat memalukan dan seluruh proses ini adalah tipuan dan usaha untuk menunda, menghalangi, dan melawan," kata dia.
Para senator di Komite Kehakiman akan mengambil suara guna memastikan nominasi Kavanaugh pada Jumat.
Tidak jelas apakah Kavanaugh masih memiliki dukungan yang dibutuhkan dari anggota Senat Partai Republik, sementara Demokrat telah secara terang-terangan menunjukkan dukungannya kepada Ford.