Rhany Chairunissa Rufinaldo
12 Februari 2019•Update: 12 Februari 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat meminta Arab Saudi untuk menahan mantan pejabat tinggi yang terlibat dalam pembunuhan kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi, menurut sebuah laporan yang diterbitkan pada Senin.
Riyadh sejauh ini dengan gigih menentang tekanan AS untuk mengambil tindakan terhadap Saud al-Qahtani atas pembunuhan Khashoggi pada 2 Oktober di konsulat Saudi di Istanbul, lansir The Wall Street Journal, mengutip pejabat Saudi dan Amerika yang tidak disebutkan namanya.
Al-Qahtani sebelumnya menjabat sebagai tangan kanan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan saat ini telah secara resmi dicopot dari jabatannya meskipun dia tetap bekerja sebagai penasihat tidak resmi untuk pengadilan kerajaan Arab Saudi.
"Kami tidak melihat adanya pembatasan terhadap kegiatan Saud al-Qahtani," kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri kepada surat kabar itu.
Al-Qahtani adalah salah satu dari 17 warga Saudi yang dijatuhi sanksi oleh AS pada Desember atas pembunuhan Khashoggi.
Turki juga mengupayakan ekstradisinya.
Pejabat Saudi mengkonfirmasi kepada harian itu bahwa Al-Qahtani tetap menjadi penasihat informal untuk Mohammed bin Salman, penguasa de facto Kerajaan, bahkan setelah dia dipecat oleh Raja Salman.
Tekanan terus berlanjut kepada pemerintah AS untuk meminta bin Salman secara pribadi bertanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi, tetapi sejauh ini dia menolak.
Jumat lalu, Presiden Donald Trump mengabaikan tenggat waktu kongres untuk secara publik menentukan apakah sanksi terhadap bin Salman diperlukan.