Merve Gül Aydoğan Ağlarcı
21 Desember 2021•Update: 22 Desember 2021
ANKARA
Sebagai dua mitra strategis, Turki dan Malaysia pada Senin mengumumkan mereka telah sepakat lebih meningkatkan kerja sama di segala bidang, terutama industri pertahanan.
“Kami bertekad untuk meningkatkan hubungan kami di setiap lini terutama dalam hal menggunakan potensi kami dengan baik di periode mendatang,” ungkap Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada konferensi pers bersama di Ankara bersama sejawatnya dari Malaysia, Saifuddin Abdullah.
Menlu Turki mengungkapkan kedua pihak membahas ekonomi, perdagangan dengan mata uang lokal, investasi, kesehatan, industri pertahanan, keamanan, dan perang melawan terorisme.
"Malaysia adalah mitra dagang utama kami di ASEAN yang merupakan wilayah berpenduduk 650 juta orang," ungkap Cavusoglu.
Dengan volume perdagangan antara kedua negara dalam 11 bulan pertama tahun ini melonjak 7 persen dibandingkan tahun lalu, Cavusoglu mencatat bahwa volume perdagangan bilateral naik lebih dari 30 persen.
Setelah peningkatan perdagangan bilateral lebih dari 30 persen dalam 11 bulan pertama tahun ini menjadi USD3,5 miliar, Cavusoglu menambahkan, "Kita harus meningkatkan angka ini menjadi USD5 miliar dan kemudian menjadi USD10 miliar. Perjanjian perdagangan bebas kita harus diperluas agar untuk memasukkan layanan e-commerce.”
Mengenai kerja sama industri pertahanan, Cavusoglu mengatakan perusahaan-perusahaan Turki "sangat tertarik dengan tender industri pertahanan untuk Malaysia."
"Beberapa perusahaan kami telah memenangkan tender sebelumnya dan perusahaan-perusahaan ini telah mengirimkan produk sebelum batas waktu. Kami memiliki banyak perusahaan lain yang memasuki berbagai tender. Investasi Malaysia di negara kami juga meningkat," tutur dia.
Cavusoglu menambahkan bahwa kedua pejabat sepakat untuk meningkatkan kerja sama di banyak bidang terutama pertahanan.
Mengutip kesepakatan yang ditandatangani pada 2019 saat Presiden Recep Tayyip Erdogan mengunjungi Malaysia, Cavusoglu mengatakan pakta itu membahas "perang melawan Islamofobia, yang mencakup topik-topik seperti mendirikan jaringan TV bersama atau pusat komunikasi."
Menyoroti pembentukan media bersama terutama dalam bahasa Inggris yang akan meningkatkan kerja sama antara kedua negara, Cavusoglu mengatakan pesan bersama melawan Islamofobia dapat dikirim ke seluruh dunia, menambahkan bahwa delegasi Malaysia akan bertemu dengan Direktorat Komunikasi Turki mengenai masalah ini.