Maria Elisa Hospita
27 Maret 2018•Update: 28 Maret 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat pada Senin mengutuk keras serangan roket Houthi ke Arab Saudi yang menewaskan satu orang dan melukai dua lainnya.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert menyebut serangan itu "berbahaya" saat menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
"Kami mendukung hak mitra kami Saudi untuk menjaga perbatasan mereka dari segala ancaman. Kami meminta semua pihak, termasuk Houthi, untuk kembali ke perundingan politik dan mengakhiri perang di Yaman," kata Nauert dalam sebuah pernyataan.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga mengecam serangan itu.
"Di tengah meningkatnya ketegangan, Sekjen PBB menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan menekankan bahwa eskalasi militer bukanlah solusi," kata juru bicara Guterres, Farhan Haq lewat sebuah pernyataan.
"Sekjen menekankan bahwa penyelesaian politik melalui dialog intra-Yaman yang inklusif adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri konflik dan mengatasi krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung," tambah dia.
Serangan rudal pada Minggu malam telah menewaskan seorang warga berkebangsaan Mesir dan melukai dua orang lainnya. Ketiga korban terkena pecahan rudal di Riyadh, Arab Saudi.
Pada 2015, Arab Saudi dan sekutu Arabnya melancarkan kampanye udara besar-besaran ke pemberontak Houthi yang menguasai sebagian besar Yaman, termasuk ibu kota, Sanaa.