Maria Elisa Hospita
27 Maret 2018•Update: 28 Maret 2018
Alpha Kamara
FREETOWN, Sierra Leone
Mahkamah Agung Sierra Leon menunda pelaksanaan pemilihan presiden hingga Sabtu, 31 Maret.
Keputusan tersebut dikeluarkan setelah petisi yang diajukan oleh kuasa hukum Partai Kongres Seluruh Rakyat (APC) dicabut pada Senin.
Sorie Ibrahim Koroma dari partai yang berkuasa tersebut mengajukan sebuah petisi ke Komisi Pemilihan Umum untuk mengusut dugaan penyimpangan.
Sabtu lalu, pengadilan tinggi di Freetown mengeluarkan perintah agar komisi tidak melanjutkan putaran kedua, yang mulanya dijadwalkan untuk digelar pada Selasa.
Kandidat presiden dari Partai Rakyat Sierra Leone (SLPP) Julius Maada Bio dan rival utamanya Samura Kamara dari APC mengumpulkan suara terbanyak dalam putaran pertama pada 7 Maret, masing-masingnya 43,3 dan 42,7 persen.
Ketegangan semakin meningkat di seluruh negeri karena kedua pihak meyakini kemenangan mereka. Meskipun begitu, Presiden Ernest Bai Koroma telah menjanjikan peralihan kekuasaan yang damai dan lancar.