Michael Hernandez
31 Mei 2018•Update: 31 Mei 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat pada Rabu mengeluarkan sanksi lebih lanjut kepada entitas Iran beserta organisasi semi-resmi yang konservatif dengan tudingan "pelanggaran hak asasi manusia".
Departemen Keuangan AS menuding Ansar-e Hezbollah sebagai organisasi semi-resmi yang "didukung rezim Iran yang melecehkan dan menyerang rakyat Iran".
Mereka dianggap bertanggung jawab atas serangan acid (cairan asam) yang menargetkan perempuan yang tidak berpakaian sesuai dengan ketentuan pemerintah, serta serangan ke mahasiswa Iran yang bekerja sama dengan milisi sukarelawan Basij dari Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Tiga petinggi Ansar-e Hezbollah, Abdolhamid Mohtasham, Hossein Allahkaram, dan Hamid Ostad dimasukkan dalam daftar sanksi. Selain itu, Penjara Evin -- salah satu fasilitas utama yang digunakan oleh pemerintah Iran untuk memenjarakan para pembangkang politik -- juga termasuk dalam daftar.
Departemen Keuangan AS mengatakan bahwa tahanan di Evin "menjadi sasaran praktik brutal otoritas penjara, termasuk pelecehan seksual, penyiksaan, dan kejutan listrik".
Selain itu, dua pejabat pemerintah Iran juga dikenai sanksi karena diduga terlibat dalam penyensoran domestik.
"Iran tidak hanya mengekspor terorisme dan ketidakstabilan di seluruh dunia, namun secara konsisten melanggar hak-hak rakyatnya sendiri," ujar Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dalam sebuah pernyataan.