Chandni
15 Maret 2018•Update: 16 Maret 2018
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
AS merasa situasi kemanusiaan di Gaza harus segera diatasi, kata Gedung Putih pada Selasa.
"Situasi di Gaza harus ditangani dengan alasan kemanusiaan dan juga untuk memastikan keamanan Mesir dan Israel," kata mereka melalui sebuah pernyataan.
"Penanganan ini sangat penting sebagai langkah pertama sebelum mencapai perdamaian antara Israel dan Palestina, termasuk warga Palestina yang berada di Gaza dan Tepi Barat," tambah mereka.
Statemen itu dirilis setelah konferensi yang dipimpin Jared Kushner, penasihat senior Presiden AS Donald Trump, mengenai situasi kemanusiaan di Jalur Gaza.
Menurut Gedung Putih, konferensi itu diadakan menyusul sebuah pertemuan yang diselenggarakan di Kairo pekan lalu dan bertujuan membahas ide-ide di hadapan Komite Ad Hoc Liaison (AHLC), yang merupakan sebuah mekanisme penyaluran bantuan kepada warga Palestina.
Media AS mengatakan konferensi Kushner itu dihadiri utusan dari 20 negara-negara, termasuk Israel, negara-negara Teluk, dan beberapa negara Eropa.
Namun, pihak Palestina menolak hadir karena menentang kebijakan Trump terkait Yerusalem.
Pernyataan Gedung Putih mengatakan pihak-pihak yang hadir merundingkan proposal konkret untuk mencari "jalur yang efektif dan realistis" untuk mengatasi tantangan yang dihadapi Gaza.
Mereka juga mengatakan dialog akan terus diadakan untuk "mengambil langkah-langkah maju" dalam masalah kemanusiaan dan ekonomi di Gaza.
Desember lalu, Trump mengumumkan keputusannya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Pengumuman ini memantik kutukan dari seluruh dunia, termasuk Turki, Uni Eropa, dan PBB.
Setelah itu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan negaranya tidak akan lagi menerima peran AS sebagai mediator dalam proses perdamaian Timur Tengah.
Yerusalem tetap menjadi pusat konflik Israel-Palestina, dengan Palestina yang mengharapkan Yerusalem Timur -- saat ini masih diduduki Israel -- menjadi ibu kota negaranya kelak.