Maria Elisa Hospita
13 April 2020•Update: 13 April 2020
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Lebih dari 22.000 warga Amerika Serikat meninggal dunia akibat terpapar virus korona.
Menurut data yang dihimpun oleh Johns Hopkins University, ada 32.988 pasien yang sudah dinyatakan pulih dari 555.313 kasus yang dikonfirmasi di negara itu.
Sejauh ini, AS adalah negara dengan total kasus maupun korban jiwa terbanyak di dunia.
Negara bagian New York adalah episenter wabah dengan lebih dari 9.385 kematian dari 189.000 kasus, diikuti oleh New Jersey dengan 2.350 kematian dari 61.850 kasus.
Namun, Presiden Donald Trump optimistis bahwa AS tidak akan melaporkan kematian lebih dari 100.000 jiwa seperti yang diproyeksikan sebelumnya.
"Saya pikir kita akan berada di bawah angka itu, Kami yakin strategi kami akan menyelamatkan banyak nyawa," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.
Virus korona, atau yang secara resmi dikenal sebagai Covid-19, pertama kali diidentifikasi di Wuhan, China, pada Desember lalu.
Virus itu kemudian menyebar ke 185 negara dan wilayah dan menginfeksi lebih dari 1,83 juta jiwa.
Jumlah kematian global mencapai 114.090 jiwa, sementara 421.722 pasien sudah sembuh.