Umar İdris
07 November 2019•Update: 08 November 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat (AS) mengetahui "sedikit informasi" tentang orang yang telah menggantikan Abu Bakar al-Baghdadi untuk memimpin organisasi teroris Daesh/ISIS, kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS, Rabu.
Pejabat itu, yang berbicara secara anonim kepada wartawan, mengatakan individu itu "tampaknya bukan siapa-siapa" setelah Daesh menyebut Abu Ibrahim al-Hashimi al-Qurayshi sebagai pemimpin barunya. Namanya adalah nom de guerre, atau kunya.
Presiden AS Donald Trump mengatakan, setelah pembunuhan Baghdadi pada 26 Oktober oleh pasukan AS di Suriah utara, Washington mengetahui "persis siapa dia!"
Namun, presiden tidak memberikan informasi identitas apa pun, dan pejabat yang berbicara kepada wartawan mengatakan, "tidak ada yang tahu latar belakangnya."
"Kami pikir kami tahu sedikit tentang dia, bahkan tidak cukup bagi saya untuk memberi tahu Anda latar belakangnya, betapa sedikit yang kami ketahui tentang dia, kami tidak terkesan," kata pejabat itu.
"Hal lain adalah jika dia di Irak atau Suriah, kami tidak berpikir dia terlalu lama untuk dunia," tambah pejabat itu.
Di bawah Baghdadi, Daesh menyebar ke berbagai daerah di Irak dan Suriah mulai tahun 2013. Akhirnya al-Baghdadi mengklaim pembentukan "kekhalifahan" di wilayah itu karena merencanakan dan melakukan serangan mengerikan yang jauh melampaui wilayah teritorial utamanya.
Termasuk mengatur afiliasi lokal di daerah lainnya dan merilis video eksekusi keji ke internet.
Baghdadi telah menjadi target utama pemerintahan Trump dan Obama, dan menyediakan hadiah USD25 juta bagi yang dapat menangkap al-Baghdadi dalam keadaan apapun.
Ketika koalisi pimpinan-AS mengambil kembali wilayah yang dulu berada di bawah kendali kelompok teror, al-Baghdadi hidup dalam persembunyian, dan jarang mengeluarkan pesan audio yang direkam untuk para pengikutnya.