AS peringatkan potensi serangan mendadak, ingatkan warganya hindari perjalanan ke Suriah
Departemen Luar Negeri mengumumkan "Tingkat 4: Peringatan Jangan Bepergian ke Suriah," dengan alasan adanya ancaman yang terus-menerus termasuk terorisme, kerusuhan sipil, penculikan, konflik bersenjata, dan penahanan yang tidak adil.
Rabia Iclal Turan
19 April 2025•Update: 21 April 2025
WASHINGTON
Departemen Luar Negeri AS pada hari Jumat mengatakan bahwa mereka melacak informasi yang kredibel mengenai "potensi serangan yang akan segera terjadi" di Suriah, termasuk di lokasi yang populer di kalangan wisatawan.
Departemen Luar Negeri mengumumkan "Tingkat 4: Peringatan Jangan Bepergian ke Suriah," dengan alasan adanya ancaman yang terus-menerus termasuk terorisme, kerusuhan sipil, penculikan, konflik bersenjata, dan penahanan yang tidak adil.
"Tidak ada bagian dari Suriah yang boleh dianggap aman dari kekerasan," katanya dalam sebuah pernyataan, memperingatkan bahwa kelompok teroris "terus merencanakan penculikan, pemboman, dan serangan lainnya di Suriah."
"Mereka dapat melakukan serangan dengan sedikit atau tanpa peringatan, menargetkan acara publik, hotel, klub, restoran, tempat ibadah, sekolah, taman, pusat perbelanjaan, sistem transportasi umum, dan area tempat banyak orang berkumpul," kata pernyataan itu.
Kedutaan Besar AS di Damaskus telah ditutup sejak 2012 setelah pecahnya perang saudara, dan pemerintah AS tidak menyediakan layanan konsuler di Suriah.
Bashar al-Assad, pemimpin Suriah selama hampir 25 tahun, melarikan diri ke Rusia pada bulan Desember, mengakhiri rezim Partai Baath, yang telah berkuasa sejak tahun 1963. Pemerintah saat ini dijalankan oleh Presiden Ahmed al-Sharaa.