Astudestra Ajengrastrı
15 September 2018•Update: 16 September 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengecam pendahulunya pada Jumat karena mengadakan pertemuan dengan pejabat-pejabat senior Iran untuk membicarakan kesepakatan nuklir Iran. Pompeo mengatakan John Kerry "secara aktif merendahkan kebijakan AS."
"Apa yang dilakukan Menteri Kerry tidak pantas dan tak pernah terjadi sebelumnya," ujar Pompeo kepada wartawan di Kementerian Luar Negeri. "Dia mengatakan kepada mereka untuk menunggu pemerintahan ini berakhir. Anda tidak pernah melihat hal seperti ini dalam sejarah AS dan Menteri Kerry seharusnya tidak melakukan tindakan semacam ini."
Sebelumnya pada pekan ini, Kerry mengaku bertemu dengan Menteri Luar Negeri Javad Zarif "tiga atau empat kali" setelah dirinya tak lagi menjabat sejak awal 2017, menjabarkan pertemuan-pertemuan ini sebagai kegiatan normal bagi mantan diplomat. Dia berkata mereka membicarakan perjanjian Iran dan masalah-masalah lain dalam pertemuan tersebut.
"Saya mencoba memperoleh informasi dari dia, apa yang Iran mungkin lakukan untuk mengubah dinamika di Timur Tengah menjadi lebih baik," ujar dia dalam wawancara radio dengan Hugh Hewitt.
Mantan diplomat tinggi ini juga tidak menyangkal pernyataannya kepada Fox News tentang dirinya mengatakan kepada pejabat-pejabat Iran untuk "menunggu" pemerintahan Donald Trump habis masa jabatan.
Komentar dari Kerry ini mengundang reaksi dari Presiden AS pada Kamis malam. Melalui Twitter, Donald Trump menyebut pertemuan-pertemuan yang dilakukan Kerry ini "ilegal."
"John Kerry mengadakan pertemuan ilegal dengan Rezim Iran yang tidak bersahabat, ini hanya akan melemahkan kerja keras kita dan merugikan masyarakat Amerika," kata Trump.
Pompeo menolak menyebut apakah pertemuan-pertemuan yang dilakukan Kerry legal atau tidak, mengatakan keputusan ini akan dibuat oleh orang lain.
Trump secara sepihak menarik AS dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama 2015 pada Mei setelah pemerintah Obama memprakarsai usaha untuk terjadinya kesepakatan ini. Di dalam kesepakatan ini, Iran setuju mengurangi kegiatan program nuklirnya untuk ditukar dengan pengangkatan sanksi senilai miliaran dolar.
Kesepakatan ini juga mendekatkan sekutu-sekutu AS di Eropa, yang juga menegosiasikan kesepakatan yang sama bersama Washington, dan mencari cara untuk menerapkan pembatasan nuklir Iran.