Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
14 Januari 2020•Update: 14 Januari 2020
James Reinl
NEW YORK
Amerika Serikat pada Senin membatalkan skema pelatihan untuk 21 kadet udara Arab Saudi dan mengirim mereka kembali ke negara asalnya menyusul penyelidikan penembakan mematikan di pangkalan angkatan laut Florida bulan lalu.
Jaksa Agung William Barr mengatakan kepada wartawan bahwa para pilot peserta pelatihan dipulangkan ke negara mereka menyusul rampungnya investigasi terhadap warga negara Arab Saudi Mohammed Alshamrani, siswa penerbangan militer yang melakukan pembunuhan besar-besaran di Pensacola, Florida, pada Desember.
“Sementara tidak ada bukti soal bantuan atau pengetahuan tentang serangan oleh anggota lain dari militer Saudi, atau warga negara asing lainnya, yang berlatih di AS, kami menemukan materi penghinaan yang dimiliki oleh 21 anggota militer Saudi yang berlatih di sini,” kata Barr.
Dia mengatakan dari 21 peserta pelatihan tersebut, 17 memiliki konten jihad atau anti-Amerika di halaman media sosial mereka, sementara 15 di antaranya memiliki kontak dengan pornografi anak.
"Arab Saudi memutuskan bahwa materi ini menunjukkan perilaku yang tidak pantas untuk menjadi perwira di Angkatan Udara Kerajaan Saudi dan Angkatan Laut Kerajaan dan 21 kadet telah dikeluarkan dari kurikulum pelatihan mereka di militer AS dan akan kembali ke Arab Saudi," tambah Barr.
Alshamrani, letnan dua di Royal Saudi Air Force yang menjadi siswa penerbangan angkatan laut di Komando Sekolah Penerbangan Angkatan Laut, menembak dan menewaskan tiga pelaut dan melukai delapan lainnya sebelum ditembak mati oleh seorang wakil sheriff pada 6 Desember.
"Ini adalah tindakan terorisme. Bukti menunjukkan bahwa penembak dimotivasi oleh ideologi jihadis ... Dia juga memposting pesan anti-Amerika, anti-Israel dan jihad lainnya di media sosial dua jam sebelum serangannya di pangkalan angkatan laut," kata Barr.