Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
14 Januari 2020•Update: 14 Januari 2020
Dmitri Chirciu
MOSKOW
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Kanselir Jerman Angela Merkel membahas perkembangan terakhir dalam krisis Libya dan persiapan untuk konferensi mengenai penyelesaiannya di Berlin melalui telepon, Senin.
"Proses mempersiapkan konferensi internasional tentang penyelesaian krisis Libya di Berlin dibahas," kata Kremlin dalam sebuah pernyataan.
Menurut pernyataan itu, Putin juga memberi pengarahan kepada Merkel tentang perundingan-perundingan Libya di Moskow yang dihadiri oleh perwakilan dari kedua belah pihak yang berkonflik.
Sebelumnya pada Senin, seorang juru bicara pemerintah Jerman mengatakan Berlin akan menjadi tuan rumah konferensi perdamaian internasional tentang krisis Libya pada 19 Januari.
Pihak-pihak yang bertikai dalam konflik Libya menerima seruan bersama Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk gencatan senjata pada Sabtu malam.
Gencatan senjata mulai berlaku pada tengah malam waktu setempat dan keputusan itu dirayakan dengan kembang api di Tripoli.
Fayez al-Sarraj, kepala pemerintah resmi Libya yang diakui PBB, dan Khalifa Haftar tiba di Moskow pada Senin untuk membicarakan persyaratan perjanjian gencatan senjata.
Pada April, Haftar melancarkan serangan untuk merebut Tripoli dari pemerintah yang diakui PBB.
Menurut PBB, lebih dari 1.000 orang tewas sejak awal operasi dan lebih dari 5.000 lainnya terluka.
Sejak penggulingan pemerintahan Muammar Khaddafi pada 2011, dua poros kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat pengakuan PBB dan internasional.