Merve Gül Aydoğan Ağlarcı
12 Mei 2026•Update: 12 Mei 2026
Amerika Serikat pada Senin menjatuhkan sanksi terhadap 12 individu dan entitas yang dituduh membantu Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menjual dan mengirim minyak ke China melalui jaringan perusahaan cangkang dan perantara.
Departemen Keuangan AS menyatakan sanksi tersebut menargetkan perusahaan dan pejabat yang berbasis di Iran, Hong Kong, Uni Emirat Arab, dan Oman.
Washington menuduh pihak-pihak tersebut memfasilitasi pengiriman minyak Iran dan menangani transaksi keuangan terkait atas nama IRGC.
Menurut Departemen Keuangan AS, jaringan itu diduga menggunakan perusahaan cangkang di sejumlah yurisdiksi asing untuk menyembunyikan peran IRGC dalam penjualan minyak dan memindahkan pendapatan ke luar Iran.
Departemen tersebut juga mengatakan sebagian pengiriman minyak melibatkan kapal tanker yang sebelumnya telah dikenai sanksi dan beroperasi dalam apa yang disebut AS sebagai “armada bayangan” Iran.
Di antara individu yang dikenai sanksi adalah Ahmad Mohammadi Zadeh yang disebut sebagai kepala Shahid Purja'fari Oil Headquarters milik IRGC, kepala keuangan Samad Fathi Salami, dan kepala komersial Mohammadreza Ashrafi Ghehi.
Sanksi juga menyasar sejumlah perusahaan, termasuk Hong Kong Blue Ocean Limited, Hong Kong Sanmu Limited, Ocean Allianz Shipping LLC, dan Universal Fortune Trading LLC.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Washington akan terus berupaya memblokir sumber pendapatan Iran yang terkait dengan aktivitas militer dan nuklir.
“Ketika militer Iran berusaha keras untuk berkumpul kembali, Economic Fury akan terus menghalangi rezim mendapatkan pendanaan bagi program senjata, proksi teroris, dan ambisi nuklirnya,” kata Bessent dalam pernyataan tersebut.