Rhany Chairunissa Rufinaldo
08 Februari 2021•Update: 09 Februari 2021
Dilara Hamit
ANKARA
Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Minggu mengesampingkan prospek pencabutan sanksi terhadap Iran sampai negara itu berhenti memperkaya uranium.
Dalam wawancara pertamanya dengan media sejak menjabat bulan lalu, Biden mengatakan pemerintahannya tidak akan meringankan sanksi untuk membawa Teheran kembali ke meja perundingan setelah pendahulunya Donald Trump menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 dan memberlakukan kembali sanksi terkait dengan program nuklir Iran.
Komentar Biden di CBS Evening News menunjukkan bahwa kebuntuan saat ini akan berlanjut karena Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei menuntut Washington mencabut sanksi sebelum Teheran kembali ke kewajibannya berdasarkan kesepakatan yang membatasi pengayaan uranium.
Pemerintahan Trump menerapkan kembali sanksi ekonomi terhadap Iran sekaligus menarik AS keluar dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) 2015 - juga dikenal sebagai kesepakatan nuklir Iran - yang ditandatangani oleh lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB serta Jerman dan Iran.
Kesepakatan itu membuat Teheran menerima pembatasan dan inspeksi pada program nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi miliaran dolar.