01 Oktober 2017•Update: 02 Oktober 2017
Michael Hernandez
WASHINGTON
AS tidak mengakui referendum tidak sah yang diadakan Pemerintah Regional
Kurdi (KRG) untuk bebas dari Irak, kata Departemen Luar Negeri AS pada Jumat.
"Pemilu itu dan hasilnya tidak sah dan kami tetap mendukung negara
Irak yang bersatu, federal, dan demokratis," kata Menteri Luar Negeri Rex
Tillerson dalam sebuah pernyataan.
Tillerson mengatakan AS mengkhawatirkan dampak yang ditimbulkan pemilu itu,
yakni warga Kurdi memilih untuk berpisah dari Irak. Dia menambahkan AS bekerja
dengan Erbil dan Bagdad "untuk merancang rencana yang lebih produktif dan
meningkatkan stabilitas dan kemakmuran warga wilayah Kurdistan."
"Hal itu tidak bisa maju bila ada tindakan sepihak seperti referendum
ini," katanya.
Referendum KRG dikecam oleh Irak serta negara-negara tetangga, yang
mengatakan pemungutan suara itu tidak sah.