26 September 2017•Update: 27 September 2017
Haydar Hadi
BAGHDAD
Parlemen Irak pada Senin mendesak penyerahan ladang minyak di Kota Kirkuk ke pemerintah pusat di Baghdad.
Dalam konferensi pers di Baghdad, anggota parlemen Hakim Zamili mengatakan bahwa anggota parlemen menyetujui resolusi penyerahan ladang minyak di Kirkuk ke Baghdad.
Ia mengatakan, resolusi tersebut juga meminta pejabat negara yang berpartisipasi dalam referendum Kurdi untuk diberhentikan.
Langkah tersebut dilakukan setelah pemungutan suara referendum kemerdekaan di wilayah otonomi Pemerintah Regional Kurdistan (KRG), termasuk wilayah yang diperebutkan Baghdad dan Erbil, Kirkuk.
Sebelumnya, Baghdad, Turki, Iran, Amerika Serikat, dan PBB menentang pelaksanaan referendum karena dianggap dapat mengganggu perang melawan Daesh dan menyebabkan destabilisasi di wilayah tersebut.
Senin, Turki menyatakan bahwa apapun hasil referendum Kurdi nanti, tidak sah. Pemerintah pusat Irak bahkan mengeluarkan ancaman intervensi jika referendum tersebut berakhir rusuh.
Pimpinan Pemerintah Regional Kurdistan Masoud Barzani, mengatakan, hasil suara "setuju" tak berarti pemerintahan regional Kurdistan mendeklarasikan kemerdekaan, namun merupakan jalan untuk membuka perundingan lebih lanjut dengan Baghdad.