Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
22 Januari 2020•Update: 22 Januari 2020
Beyza Binnur Donmez
ANKARA
Amerika Serikat menambahkan 15 pesawat Venezuela yang dioperasikan oleh perusahaan minyak milik negara PDVSA, ke dalam daftar hitam.
"Pada 21 Januari, Amerika Serikat mengidentifikasi 15 pesawat sebagai properti milik perusahaan minyak milik negara Petroleos de Venezuela, S.A (PDVSA)," kata Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dalam sebuah pernyataan, Selasa.
Pompeo mengatakan pesawat ini masuk daftar hitam karena terlibat dalam pelecehan terhadap penerbangan militer AS di wilayah udara Karibia dan digunakan untuk mengangkut anggota senior dari rezim Presiden Nicolas Maduro yang dianggap tidak sah.
Dia mengingatkan warga AS untuk tidak bertransaksi dengan pesawat-pesawat ini, termasuk menyewa, mengontrak, mengisi bahan bakar, atau membeli, kecuali jika diizinkan.
"Tindakan ini meningkatkan upaya AS untuk menggunakan sanksi yang ditargetkan dan diplomasi yang mantap untuk mengakhiri upaya Maduro merebut kekuasaan, dan untuk mendukung transisi Venezuela ke demokrasi, termasuk pemilihan presiden yang bebas dan adil," tambah Pompeo.
Venezuela berada di bawah sanksi keras AS selama lebih dari setahun karena Washington mengakui pemimpin oposisi negara itu Juan Guaido sebagai penguasa yang sah, bukan presiden terpilih, Maduro.
Sejak awal 2019, Venezuela telah mengalami krisis politik sejak Maduro dan Guaido terlibat dalam pertempuran kekuasaan, sementara ekonomi negara itu merosot tajam menyusul penurunan global harga minyak mentah.