Muhammad Abdullah Azzam
02 Mei 2019•Update: 03 Mei 2019
Gamze Türkoğlu Oğuz
ANKARA
Kuba mengumumkan negaranya tak memiliki operasi militer di Venezuela serta tidak terlibat dalam operasi keamanan apa pun di negara tersebut.
Direktur urusan Amerika Serikat (AS) di Kementerian Luar Negeri Kuba Carlos Fernandez de Cossio mengungkapkan kepada Associated Press, tuduhan pemerintah AS yang menyatakan Kuba memiliki lebih dari 20.000 pasukan dan agen intelijen di Venezuela itu tak sesuai dengan kenyataan.
Fernandez de Cossio mengatakan ada sekitar 20 ribu warga Kuba di Venezuela, namun mereka bekerja di bidang kesehatan.
"Tak ada tentara. Kuba tak berpartisipasi dalam operasi militer atau operasi keamanan di Venezuela," ujar Fernandez de Cossio.
Direktur Urusan AS itu menekankan bahwa kerja sama intelijen dan militer antara Venezuela dan negaranya sepenuhnya sah, hal tersebut merupakan hak kedaulatan Kuba dan Venezuela.
Presiden AS Donald Trump menyalahkan pemerintah Kuba atas situasi terbaru di Venezuela.
"Jika tentara dan milisi Kuba tak segera menghentikan semua operasi militer dan operasi lainnya yang bertujuan menghancurkan konstitusi Venezuela dan menyebabkan kematian, maka AS akan menerapkan embargo penuh dan komprehensif dengan sanksi tingkat tertinggi terhadap pulau itu,” ujar Trump.