08 Agustus 2017•Update: 09 Agustus 2017
Roy Ramos
ZAMBOANGA, Filipina
Menteri Luar Negeri (Menlu) Filipina Alan Peter Cayetano bertemu Menlu Korea Utara untuk menyampaikan kekhawatiran ASEAN soal kondisi ketegangan di kawasan Semenanjung Korea paska uji coba rudal Pyongyang baru-baru ini.
Pertemuan Cayetano dengan Ri Yong-Ho dilangsungkan sebelum rapat menlu negara-negara Asia Timur di Manila, Senin.
Cayetano, sebagai kepala lembaga ASEAN, ditugaskan dengan menjelaskan posisi koalisi regional tersebut.
“Pernyataan itu muncul karena adanya rasa frustrasi terhadap sulitnya berdiskusi atau berdialog mengenai kebuntuan yang dihadapi Semenanjung Korea,” kata Cayetano kepada Ri seperti diberitakan media The Philippine Star.
“Namun anggota-anggota ASEAN mendukung keterbukaan dan komunikasi antara kita guna mencapai dialog yang produktif dan berfaedah bukan hanya untuk ASEAN tapi juga untuk wilayah ini dan seluruh dunia,” kata Cayetano.
Ri berterima kasih kepada Cayetano dan mengatakan dia mengerti posisi ASEAN. Dia juga memastikan pesan itu akan disampaikan ke Pyongyang.
Pertemuan Cayetano dan Ri diadakan setelah menlu 10 negara anggota ASEAN mengeluarkan pendapat yang menekankan “kekhawatiran mendalam mengenai peningkatan masalah” di Semenanjung Peninsula.
Beberapa jam sebelum pernyataan itu, Amerika Serikat 9AS) memberikan rancangan resolusi PBB yang menyerukan perlunya sanksi berat terhadap Korea Utara dengan melakukan pelarangan ekspor batubara, besi, timah dan hasil laut yang bisa merugikan Pyongyang hingga USD 1 miliar per tahun.
Juru bicara Korea Utara untuk ASEAN Bang Kwang Hyuk mengatakan Pyongyang tidak akan berubah pikiran mengenai rencana mengembangkan pertahanan nuklir mereka terhadap AS.
Pyongyang juga mencerca negara-negara anggota ASEAN yang menurutnya “tidak mumpuni secara moral” untuk ikut campur dalam program nuklir Korea Utara karena mereka mengabaikan “ancaman nuklir dan kebijakan antagonis” yang diberikan AS kepada Korea Utara.
Pyongyang mengatakan program nuklir mereka siap menghadapi ancaman dari AS dan sekutu-sekutunya.