Maria Elisa Hospita
22 Mei 2018•Update: 22 Mei 2018
Elahe Salari dan Mustafa Melih Ahishali
TEHERAN
Iran menegaskan akan mempertahankan pasukan militernya di Suriah atas permintaan rezim Bashar al-Assad.
"Jika Suriah menginginkan kami, kami akan terus berada di sana," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Bahram Qasemi saat konferensi pers di Teheran, seperti dikutip oleh kantor berita IRNA.
“Tak ada yang bisa memaksa Iran melakukan apapun; Iran punya kebijakan independennya sendiri," tegas juru bicara itu, menanggapi adanya laporan bahwa Rusia ingin Iran menarik pasukannya dari Suriah.
"Mereka yang memasuki Suriah tanpa izin dari pemerintah Suriah adalah orang-orang yang harus meninggalkan negara itu," tambah Qasemi.
Iran adalah pendukung setia rezim Bashar al-Assad dan telah mengerahkan pasukannya untuk berperang bersama pasukan rezim melawan kelompok oposisi dalam perang sipil sejak 2011, ketika rezim Assad menyerang kelompok pro-demokrasi dengan brutal.
Kamis lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan representatif Assad di Sochi, Rusia, untuk mendiskusikan pentingnya memfasilitasi "proses politik yang lengkap".
Putin menekankan bahwa pasukan asing harus meninggalkan Suriah demi keberhasilan proses politik.
Turki, Rusia, dan Iran telah sepakat untuk mengadakan pertemuan tingkat tinggi berikutnya pada Juli 2018, di Sochi, untuk membahas Suriah.
PBB menyebutkan, sejak konflik Suriah meletus, ratusan ribu orang telah tewas.