Muhammad Abdullah Azzam
09 Agustus 2018•Update: 09 Agustus 2018
Recep Şakar
MELBOURNE
Otoritas Australia membatalkan status kewarganegaraan lima orang yang telah terbukti terlibat dalam kegiatan terorisme dan melakukan tindakan yang melawan kepentingan negara, ungkap Menteri Dalam Negeri Australia, Peter Dutton, melalui pernyataan resmi di situs kementerian tersebut.
Menurut Dutton pemerintah sebelumnya telah mencabut status kewarganegaraan enam orang sejak undang-undang yang mengatur perilaku warga yang bertentangan dengan kepentingan Australia disahkan pada 2015.
"Pada dasarnya, kewarganegaraan membutuhkan loyalitas terhadap negara ini. Lima orang berkewarganegaraan ganda ini telah telah melakukan tindakan melawan kepentingan Australia dengan berpartisipasi dalam kegiatan terorisme. Mereka memilih untuk meninggalkan masyarakat Australia dengan melakukan tindakan seperti itu," ungkap Duttun.
Dutton menekankan bahwa pemerintah akan terus berjuang melawan teroris asing, tak peduli seberapa jauh mereka dari Australia.
"Selamanya, prioritas kami adalah keamanan bagi seluruh warga Australia," kata Menteri Dutton.
Terkait identitas kelima orang tersebut, Dutton menuturkan bahwa mereka terbukti bergabung ke dalam organisasi teroris Daesh yang berperan aktif di Suriah dan Irak. Tiga di antaranya pria dan dua lainnya adalah wanita usia antara 20-30 tahun.
Bedasarkan undang-undang pada tahun 2015, Pemerintah Australia akan mencabut status kewarganegaraan warga yang bergabung dengan organisasi teroris dan tak akan mengizinkan mereka memasuki negara tersebut.