Rhany Chairunissa Rufinaldo
27 Februari 2019•Update: 27 Februari 2019
Aamir Latif dan Ahmad Adil
KARACHI, Pakistan/CHANDIGARH, India
Sejumlah bandara Pakistan dan India ditutup selama berjam-jam tanpa batas waktu setelah klaim penembakan jet tempur yang dilakukan satu sama lain pada Rabu, menurut laporan media setempat.
Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan mengatakan bahwa semua penerbangan internasional dan domestik dari bandara utama negara itu - termasuk bandara Karachi, Peshawar, Lahore, Faisalabad, Multan dan Sialkot - telah ditangguhkan untuk jangka waktu yang belum ditentukan.
Pemerintah India juga menutup empat bandara yang dekat dengan perbatasan India-Pakistan, lansir Press Trust of India (PTI).
"Bandara Srinagar, Jammu dan Leh termasuk di antara lima bandara yang ditutup pada Rabu karena lalu lintas udara sipil, tak lama setelah jet IAF [Angkatan Udara India] jatuh di distrik Budgam di Kashmir," ungkap kantor berita itu.
Bandara-bandara yang ditutup termasuk Chandigarh, Srinagar, Jammu, Leh (di Jammu & Kashmir) dan Amritsar di Negara Bagian Punjab India.
Namun, para pejabat mengatakan bahwa operasi penerbangan kembali dibuka dari bandara Chandigarh.
"Operasi penerbangan masih berlangsung sejauh ini," kata Deepesh Joshi, petugas humas bandara, kepada Anadolu Agency.
Tentara Pakistan pada Rabu mengklaim bahwa angkatan udara telah menembak jatuh dua jet tempur India yang melintasi wilayah negaranya.
Sementara itu, Indian Today mengklaim dalam sebuah laporan bahwa pasukan India telah menembak jatuh F-16 Pakistan yang melanggar wilayah udara India.
Ketegangan antara kedua negara tetangga bersenjata nuklir itu meningkat setelah jet India menerobos masuk ke wilayah udara Pakistan pada Selasa pagi.
India mengklaim bahwa sejumlah "teroris" terbunuh dalam aksi pencegahan di kamp Jaish-e-Mohammed (JeM) di Pakistan.
Pejabat sipil dan militer Pakistan membantah klaim tersebut.