Rhany Chairunissa Rufinaldo
28 Maret 2019•Update: 28 Maret 2019
Tolga Akbaba
ANKARA
Artefak dan situs bersejarah di Iran rusak akibat banjir yang menewaskan 27 orang tewas dan 19 lainnya luka-luka, kata seorang pejabat kebudayaan Iran, Kamis.
"Sisa-sisa situs bersejarah rusak di Mazandaran, Khuzestan, Kurdistan, Fars, Sistan dan Baluchestan, Hormozgan, provinsi Azerbaijan Barat dan provinsi Golestan," kata Mohammad Hassan Talebian, wakil kepala Warisan Budaya, Kerajinan Tangan dan Organisasi Pariwisata Iran, kepada kantor berita ISNA.
Talebian menuturkan situasi di nekropolis kuno Naqsh-e Rustam di Fars mengkhawatirkan, di mana sejumlah retakan pada struktur terlihat jelas.
"Vakil Bath dan Bazaar di Shiraz juga banjir, tetapi sudah airnya terkuras," ujar dia.
Talebian mengatakan bahwa Jembatan Putih di Golestan, timur laut Iran, juga terkena dampak banjir.
"Menara Gonbad-e Qabus, yang dibangun pada 1006 dan menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 2012, dibiarkan basah oleh banjir," tambah dia.
Talebian menggarisbawahi bahwa Takht-e Jamshid, yang juga dikenal sebagai Persepolis, ibu kota Kekaisaran Persia lama, tidak terkena dampak.
Para pejabat Iran pada Rabu mengumumkan bahwa banjir menyebabkan kerugian finansial hampir USD170 juta di lima kota.
Menurut Mortaza Salemi, kepala Bulan Sabit Merah Iran, bantuan kemanusiaan telah dikirim ke lebih dari 43.000 orang di 293 kota dan desa yang terkena dampak.