Muhammad Abdullah Azzam
26 Maret 2019•Update: 27 Maret 2019
Gülşen Topçu
YAMAN
Pasukan pemerintah Yaman kembali baku tembak dengan kelompok Houthi di Al Hudaydah, sebelah barat negara itu.
Menurut laporan dari sumber militer pro-pemerintah, bentrokan antara dua kekuatan pecah kembali di Al Hudaydah setelah gencatan senjata yang berlangsung selama tiga minggu.
Bentrokan antara Houthi dan pasukan pemerintah di daerah dekat Bandara Internasional Al Hudaydah mulai mengancam keamanan di daerah tersebut.
Sumber militer melaporkan bahwa tiga orang tewas dan beberapa lainnya terluka akibat serangan artileri oleh Houthi ke distrik Hays.
Baik Pemerintah Yaman atau pun Houthi belum mengeluarkan pernyataan terkait bentrokan dua kubu tersebut.
Terakhir kedua belah pihak bentrok pada 3 Maret di Al Hudaydah.
Bulan lalu, pasukan pro-pemerintah dan pemberontak Houthi mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan pemerintah Yaman di Stockholm, Swedia.
Selain itu, PBB bulan lalu juga telah mengirim “pengawas tak berseragam dan tak bersenjata” ke Al-Hudaydah untuk mengawasi gencatan senjata.
Menurut sumber-sumber diplomatik, tim pengawas kecil yang terdiri dari 16 orang kini masih terjebak di Al-Hudaydah karena "masalah keamanan".
PBB memimpin misi bantuan melalui pelabuhan untuk membantu kehidupan penduduk yang dilanda perang.
Yaman terjerumus ke dalam perang saudara pada 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi menguasai sebagian besar wilayah, termasuk ibu kota Sana'a, yang memaksa pemerintah berkuasa melarikan diri ke Arab Saudi.
Setahun kemudian, Arab Saudi dan bersama koalisinya meluncurkan kampanye udara besar-besaran yang bertujuan menggulingkan kekuatan militer Houthi.