Muhammad Abdullah Azzam
22 Mei 2020•Update: 22 Mei 2020
ANKARA
Polisi Yunani mengusir para pencari suaka yang tinggal di negara itu dan membawa mereka ke perbatasan Turki secara paksa.
Pasukan Yunani menggunakan dalih pandemi Covid-19 sebagai kedok untuk pelanggaran mereka.
Harian The Wall Street Journal melaporkan, berdasarkan bukti dari para pencari suaka yang menghadapi kekerasan serta ahli hukum dan aktivis hak asasi manusia, "setidaknya 250 pencari suaka telah diusir secara paksa dari Yunani sejak akhir Maret."
Simon Campbell, koordinator lapangan dari Jaringan Pemantauan Kekerasan Perbatasan, mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa dirinya yakin jumlah sebenarnya lebih besar dari kasus-kasus yang dilaporkan dan mengatakan "banyak migran yang dipulangkan ke Turki enggan berbicara."
Sementara otoritas Yunani membantah laporan tentang deportasi di luar proses hukum, mereka gagal untuk menanggapi pertanyaan WSJ mengenai tuduhan oleh para migran dan kelompok-kelompok hak asasi manusia.
Dimitris Koros, seorang pengacara di Dewan Pengungsi Yunani, mendefinisikan perlakuan Yunani terhadap pencari suaka sebagai "pengusiran ilegal" bukan "deportasi".
"Itu ilegal menurut konvensi Jenewa dan hukum Yunani," kata Koros.
Dengan upaya untuk melanjutkan di tanah hukum, Koros dan kelompoknya mengumpulkan kesaksian dari setidaknya 10 migran warga Afghanistan, Pakistan, Afrika Utara, Suriah dan Irak, yang baru-baru ini dideportasi secara paksa dari jauh di dalam Yunani.
Koros menggarisbawahi polisi Yunani menargetkan migran dan pengungsi yang belum secara resmi mengajukan klaim suaka.
Bahkan tanpa file resmi, hukum Yunani memungkinkan para pencari suaka untuk tinggal di negara itu selama 30 hari jika mereka menyatakan niat untuk mengajukan permohonan suaka dan tidak dapat dideportasi tanpa proses hukum, tutur Koros.
Menurut Wall Street Journal, kesaksian para migran yang dihimpun oleh Dewan Pengungsi Yunani mengatakan bahwa polisi Yunani mendeportasi para migran dari sebuah pusat penahanan tertutup, menjanjikan kebebasan kepada mereka namun malah mengarahkan mereka ke tempat pengungsian dan Perbatasan Turki.