Muhammad Abdullah Azzam
10 Maret 2021•Update: 12 Maret 2021
Ahmet Gencturk
ANKARA
Pengadilan Turki pada Selasa menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada lima terdakwa atas peran mereka dalam insiden pembunuhan duta besar Rusia di Ankara pada 2016.
Pengadilan Hukuman Berat di ibu kota Ankara memberikan dua hukuman berat masing-masing kepada Sahin Sogut, anggota senior Organisasi Teroris Fetullah (FETO), dan Salih Yilmaz dan Ahmet Kilincarslan, karena berusaha menghancurkan tatanan konstitusional dan membunuh Duta Besar Rusia Andrei Karlov untuk tujuan teror.
Yilmaz menyampaikan perintah pembunuhan tersebut kepada Mevlut Mert Altintas, seorang petugas polisi. Altintas ditembak mati dalam kebuntuan setelah membunuh Karlov.
Pengadilan Turki juga memberikan hukuman seumur hidup kepada Huseyin Kotuce dan Vehbi Kursad Akalain, mantan agen intelijen yang berafiliasi dengan FETO, karena berusaha menghancurkan tatanan konstitusional ditambah 15 tahun karena membantu pembunuhan tersebut.
Pengadilan juga memerintahkan persidangan terpisah untuk sembilan tersangka buronan, termasuk pemimpin FETO Fetullah Gulen, atas pembunuhan tersebut.
Pada 10 Desember 2016, Dubes Rusia Andrei Karlov berbicara di sebuah pameran seni di Ankara saat dia ditembak mati oleh Altintas.
FETO dan pemimpinnya yang berbasis di AS, Fetullah Gulen, mengatur kudeta yang dikalahkan pada 15 Juli 2016, yang menyebabkan 251 orang tewas dan hampir 2.200 lainnya terluka.
Ankara juga menuduh FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi institusi Turki, terutama militer, polisi, dan pengadilan.