Nani Afrida
17 Desember 2019•Update: 17 Desember 2019
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Perusahaan penerbangan AS Boeing, akan menangguhkan produksi 737 Max pesawat jetnya mulai Januari mendatang.
"Keputusan ini didorong oleh sejumlah faktor, termasuk perpanjangan sertifikasi ke 2020, ketidakpastian tentang waktu dan kondisi pengembalian layanan dan persetujuan pelatihan global, dan pentingnya memastikan bahwa kami dapat memprioritaskan pengiriman pesawat yang disimpan, "kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan pada Senin.
Pernyataan itu juga menyinggung nasib karyawan yang terkena dampak, diantarannya akan melanjutkan pekerjaan terkait 737 atau sementara ditugaskan ke tim lain di wilayah Puget Sound di negara bagian Washington.
Penjualan Boeing jenis 737 Max anjlok di seluruh dunia setelah dua kecelakaan yang menewaskan ratusan orang dan merugikan perusahaan miliaran dolar.
Pada 10 Maret, pesawat Ethiopian Airlines ET-302 jatuh tak lama setelah lepas landas dari bandara di Addis Ababa, menewaskan 157 penumpang.
Sementara kejadian yang sama juga menimpa Lion Air JT610 pada Oktober 2018 di luar Jakarta, Indonesia. Seluruh penumpang yang berjumlah 189 orang yang berada dalam pesawat tewas.
Selain Indonesia dan Ethiopia, banyak negara menggunakan jenis Boeing ini, termasuk AS, Turki, Rusia, dan Iran.