Muhammad Abdullah Azzam
20 Juni 2019•Update: 21 Juni 2019
Adam Abu Bashal
ABUJA
Setidaknya 18 tentara tewas dan delapan lainnya mengalami luka-luka dalam serangan bom oleh organisasi teroris Boko Haram di timur laut Nigeria.
Menurut laporan media nasional, milisi Boko Haram melakukan serangan dengan menggunakan bom di pos militer di distrik Gajiram, negara bagian Borno.
Juru bicara Angkatan Darat Brigadir Jenderal Texas Chukwu juga mengkonfirmasi serangan tersebut namun dia tak memberikan informasi mengenai jumlah korban.
Bersamaan dengan serangan itu, organisasi teroris Boko Haram telah melancarkan serangan teror ke empat pos militer di timur laut negara tersebut selama sepekan terakhir.
Boko Haram memulai aksi kekerasan sejak awal 2000-an.
Setelah kematian pemimpinnya, Muhammad Yusuf, di tahanan Nigeria pada tahun 2009, kelompok ini melancarkan aksi kekerasan radikal yang menyebabkan lebih dari 20.000 orang meninggal.
Organisasi tersebut bertanggung jawab atas penculikan sejumlah tentara dan sejak awal tahun ini mereka telah memperluas jangkauan aksi serangannya ke negara tetangga seperti Kamerun, Benin, Chad, dan Niger.
Ratusan ribu warga terpaksa mengungsi akibat serangan teror dan konflik di negara tersebut.