Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
21 Januari 2020•Update: 21 Januari 2020
SM Najmus Sakib
DHAKA, Bangladesh
Polisi Bangladesh menahan sekitar 22 pengungsi Rohingya saat mereka sedang diselundupkan ke Malaysia melalui Teluk Bengal, seorang petugas polisi mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Selasa.
Liakat Ali, inspektur polisi di pos polisi Bahar Chara, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa polisi menahan 18 wanita Rohingya, tiga pria dan seorang anak yang berkumpul di wilayah pantai Desa Bahar Chara di Teknaf, Cox's Bazar, pada Senin malam, sebelum diperdagangkan ke Malaysia secara ilegal melalui Teluk Bengal,
Namun, mereka gagal menangkap calo dalam insiden itu.
Ali mengatakan polisi akan mengirim kembali para pengungsi tersebut ke kamp mereka masing-masing pada Selasa.
Tahun lalu, Bangladesh menahan sekitar 796 Rohingya dan 29 calo dalam 28 upaya penegakan hukum, lansir harian lokal Prothom Alo.
Dalam operasi penangkapan itu, setidaknya tujuh pelaku perdagangan manusia tewas dalam baku tembak dengan aparat, tiga di antaranya adalah warga Rohingya, sementara empat lainnya adalah warga Bangladesh.
Menurut Badan Pembangunan Internasional Ontario (OIDA), sejak 25 Agustus 2017, lebih dari 24.000 Muslim Rohingya telah dibunuh oleh tentara Myanmar.
Lebih dari 34.000 orang Rohingya juga dibakar, sementara lebih dari 114.000 lainnya dipukuli, menurut laporan OIDA yang berjudul 'Migrasi Paksa Rohingya: Pengalaman yang Tak Terkira'.
Sekitar 18.000 perempuan Rohingya diperkosa oleh tentara dan polisi Myanmar dan lebih dari 115.000 rumah Rohingya dibakar sementara 113.000 lainnya dirusak.
Menurut Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi, sebagian besar anak-anak dan perempuan, telah melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan tindakan kekerasan terhadap komunitas Muslim minoritas pada Agustus 2017.