Maria Elisa Hospita
31 Januari 2019•Update: 01 Februari 2019
Beyza Binnur Donmez
ANKARA
Presiden Venezuela Nicolas Maduro meminta dukungan dari warga Amerika lewat sebuah video yang diunggah pada Rabu.
"Saya ingin menyampaikan pesan ke orang-orang Amerika untuk mengingatkan mereka akan kampanye media, komunikasi, dan perang psikologis yang sedang dikembangkan oleh media internasional, terutama media AS terhadap pemerintahan Venezuela. Saya meminta dukungan Anda agar tidak ada 'Vietnam baru'," kata Maduro.
"Mereka [AS] ingin menguasai minyak kita seperti yang mereka lakukan di Irak dan Libya," tambah dia, merujuk pada fakta bahwa Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.
Pada Rabu, dia menyatakan siap untuk bernegosiasi dengan presiden yang mendeklarasikan dirinya sendiri, Juan Guaido.
“Maduro bersedia bernegosiasi dengan pemimpin oposisi di Venezuela setelah sanksi AS diberlakukan ke sektor minyaknya. Warga Amerika juga diimbau untuk tidak melakukan perjalanan ke Venezuela sampai pemberitahuan lebih lanjut," cuit Presiden AS Donald Trump.
AS menginstruksikan pembekuan aset perusahaan minyak nasional Venezuela, PDVSA, dan warga atau perusahaan Amerika dilarang melakukan bisnis dengannya.
Sementara itu, Mahkamah Agung Venezuela melarang Guaido meninggalkan negara itu dan membekukan aset keuangannya.
Pekan lalu, Guaido, pemimpin Majelis Nasional Venezuela, mendeklarasikan dirinya sebagai presiden.
Langkah tersebut mendapat dukungan dari Amerika Serikat, Kanada, dan sebagian besar negara Amerika Latin.
Menanggapi langkah itu, Nicolas Maduro memutuskan hubungan diplomatik dengan Washington dan menuduh AS merancang kudeta terhadap pemerintahnya.
Venezuela telah diguncang gelombang protes sejak 10 Januari, ketika Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua.