Barry Ellsworth
15 Oktober 2017•Update: 16 Oktober 2017
Barry Ellsworth
TRENTON, Ontario
Joshua Boyle, pria asal Kanada yang diculik bersama istrinya oleh jaringan teroris Taliban di Afghanistan membeberkan hari-hari kelamnya selama lima tahun ditawan.
Boyle dan Caitlan Coleman diculik ketika istrinya sedang mengandung. Kala itu dia mendengar bahwa Taliban menargetkan mereka karena kemungkinan bakal mendapat uang tebusan, mengingat istrinya yang seorang warga negara Amerika itu sedang dalam kondisi hamil.
Namun, seiring penantian uang tebusan yang tak kunjung datang dari pemerintah Amerika, Coleman pun melahirkan dalam penawanan. Jaringan Haqqani yang geram karena tak juga menerima uang, kemudian membunuh bayi Boyle dan memperkosa Coleman.
Boyle membeberkan lima tahun yang mengerikan dalam hidupnya itu kepada media di Kanada ketika tiba di Bandara Pearson, Toronto, Jumat.
Dia bercerita, kedatangannya bersama Coleman ke Afghanistan pada musim panas 2012 silam adalah untuk membantu langsung warga setempat yang diporak-poranda oleh kelompok teror.
“Kebodohan dan kejahatan penculikan jaringan Haqqani terhadap seorang peziarah dan istrinya yang sedang hamil saat ingin membantu penduduk desa biasa di daerah yang dikuasai Taliban di Afghanistan semakin menjadi, karena kekejaman mereka membunuh anak perempuan saya, Martyr Boyle,” ujar Boyle.
“Mereka melakukan itu sebagai pembalasan atas penolakan saya untuk menerima tawaran jaringan Haqqani,” imbuh Boyle tanpa menjelaskan tawaran yang dimaksud.
Dia mengingat, semasa ditawan dia sangat berharap bisa mendapat keadilan atas pembunuhan bayi perempuan dan pemerkosaan istrinya. Namun hal itu sangat sulit untuk dilakukannya.
Hingga akhirnya, Boyle dan Coleman, bersama ketiga anak mereka yang lahir di dalam tawanan diselamatkan oleh pasukan militer Pakistan pada Rabu lalu.
Kini, Boyle hanya berharap mendapat kemudahan oleh Tuhan dalam mengobati jiwa dan raga dia serta keluarganya. Dia sadar bahwa ada perjalanan panjang yang harus ditempuh bersama istrinya untuk menyembuhkan diri dari pengalaman kelam selama lima tahun ke belakang.