Marıa Elısa Hospıta
03 Februari 2020•Update: 04 Februari 2020
Fuat Kabakci
BEIJING
Jumlah korban tewas di China akibat wabah virus korona hingga Senin mencapai 361 jiwa.
Komisi Kesehatan Nasional (NHC) mengungkapkan sekitar 17.205 kasus pneumonia dikonfirmasi disebabkan oleh virus korona yang juga dikenal sebagai 2019-nCoV.
Dalam 24 jam terakhir, sebanyak 57 orang meninggal dunia.
"Sejauh ini, 189.583 teridentifikasi melakukan kontak dengan pasien yang terjangkit virus, dan 152.700 pasien kini menjalani perawatan intensif," kata komisi itu dalam sebuah pernyataan.
Sementara itu, seorang pria berusia 44 tahun di Filipina meninggal dunia akibat virus korona, kematian pertama yang dilaporkan di luar China.
Pasien itu adalah warga negara China yang berasal dari Kota Wuhan, di mana virus korona pertama kali dideteksi.
Puluhan kasus baru juga dilaporkan di Thailand, Jepang, Singapura, Australia, Malaysia, Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Korea Utara, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Kanada, Vietnam, Italia, Nepal, Kamboja, Sri Lanka, Finlandia, dan India.
NHC mengumumkan bahwa jasad korban wabah virus korona akan dikremasi di dekat rumah sakit.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi mengumumkan wabah itu sebagai darurat internasional.