Muhammad Nazarudın Latıef
31 Desember 2019•Update: 02 Januari 2020
JAKARTA
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendukung langkah pemerintah memprotes keras China soal pelanggaran batas wilayah oleh kapal coast guard di perairan Natuna, Kepulauan Riau.
“Kita harus terus awas terhadap berbagai upaya lain dari China. Indonesia harus mengingatkan China dengan tegas bahwa penggunaan cara-cara adidaya bisa memicu perlawanan. Ini bahaya buat kestabilan dunia ” ujar Willy Aditya, anggota Komisi I DPR.
China ujar Willy terus berusaha membangun persepsi batas lautnya, nine-dash line, di kawasan yang berbatasan dengan negara-negara Asia Tenggara.
China menurut dia diketahui berupaya menguasai Natuna dengan berbagai cara, mulai dari menempatkan nelayannya agar bisa mengklaim batas tradisionalnya hingga patroli coast guard.
Maret lalu, kapal Tiongkok juga sempat diusir oleh aparat keamanan maritim Indonesia. Pada 2016 lalu, China mencatatkan tiga dari 57 pelanggaran di Natuna.
Negosiasi ekonomi Indonesia-China mau pun negara lain menurut Willy tidak boleh membuat upaya menjaga kedaulatan menjadi lembek.
Menurut dia pemerintah harus segera membangun dan menempatkan armada keamanan laut yang memadai untuk menjaga kedaulatan.
“Ini harusnya juga jadi materi pembicaraan Kemenhan yang belum lama ini berkunjung ke China,” ujar politisi Nasdem ini.
Charles Honoris, anggota Komisi I DPR yang Wakil Ketua Badan Kerja Sama antar-Parlemen (BKSAP) mengatakan Indonesia bisa memilih respons yang lebih keras apabila tidak ada itikad baik dari China.
Indonesia bisa mengkaji kembali keterlibatan RI dalam inisiatif-inisiatif multilateral yang diinisiasi oleh China di forum internasional, seperti inisiatif One Belt One Road, ujar Charles.
Indonesia menurut Charles bisa menggalang negara-negara Asia Tenggara yang wilayah kedaulatannya kerap dilanggar untuk mengkaji ulang hubungan kawasan dengan China.
“Berbagai kerja sama yang sedang dalam pembahasan antara Asia Tenggara dengan Tiongkok seperti Regional Comprehensive Economic Partnership harus ditinjau ulang kembali,” ujar dia.