Rhany Chairunissa Rufinaldo
06 Agustus 2019•Update: 07 Agustus 2019
Gozde Bayar
ANKARA
Kementerian Perdagangan China pada Senin mengkonfirmasi bahwa perusahaan-perusahaan asal negara itu berhenti membeli produk pertanian AS setelah Presiden Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif baru.
Langkah ini dilakukan setelah Trump mengancam akan memberlakukan tarif 10 persen pada impor China senilai USD300 miliar mulai 1 September.
"Ini adalah pelanggaran serius terhadap [hasil] pertemuan antara para kepala negara China dan Amerika Serikat," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
Kementerian menambahkan bahwa mereka juga tidak akan mengesampingkan tarif atas barang-barang pertanian AS yang baru dibeli setelah 3 Agustus.
Tiga indeks saham utama AS turun pada Senin, dengan rata-rata industri Dow Jones merosot lebih dari 760 poin setelah China mendevaluasi mata uangnya ke level terendah selama lebih dari 10 tahun dalam upaya untuk melunakkan serangan tarif AS .
Dow turun sebanyak 961 poin, atau hampir 3 persen, sebelum pulih dan ditutup pada 767, sementara S&P 500 turun 87 poin dan Nasdaq Composite turun 278 poin.
Perang dagang antara dua ekonomi utama dunia tersebut mengguncang pasar global karena hingga saat ini tidak ada kejelasan soal kesepakatan perdagangan antara kedua negara.