Rhany Chairunissa Rufinaldo
06 Agustus 2019•Update: 07 Agustus 2019
Gozde Bayar
ANKARA
Menteri Keuangan Amerika Serikat menetapkan China sebagai manipulator mata uang, Senin.
"Menteri [Steve] Mnuchin, di bawah naungan Presiden Trump, hari ini telah menetapkan bahwa China adalah Manipulator Mata Uang," kata kementerian.
Pernyataan itu muncul di tengah langkah konkret China untuk mendevaluasi mata uangnya sambil mempertahankan cadangan devisa yang substansial, meskipun negara telah menggunakan cara-cara tersebut secara aktif di masa lalu.
"Ini adalah pengakuan terbuka oleh Bank Rakyat China (PBOC) bahwa mereka memiliki pengalaman panjang dalam memanipulasi mata uangnya dan siap untuk melakukannya secara berkelanjutan," tulis pernyataan itu, merujuk pada pernyataan bank sentral China.
Tiga indeks saham utama AS turun pada Senin, dengan rata-rata industri Dow Jones merosot lebih dari 760 poin setelah China mendevaluasi mata uangnya ke level terendah selama lebih dari 10 tahun dalam upaya untuk melunakkan serangan tarif AS.
Dow turun sebanyak 961 poin, atau hampir 3 persen, sebelum pulih dan ditutup pada 767, sementara S&P 500 turun 87 poin dan Nasdaq Composite turun 278 poin.
Perang dagang antara dua ekonomi utama dunia tersebut mengguncang pasar global karena hingga saat ini tidak ada kejelasan soal kesepakatan perdagangan antara kedua negara.