Riyaz ul Khaliq
24 Maret 2023•Update: 04 April 2023
ISTANBUL
China pada Jumat mengklaim bahwa kapal perang Amerika Serikat (AS) "sekali lagi masuk tanpa izin" ke perairan Laut China Selatan dan Beijing memperingatkan Washington bahwa tindakan provokatif seperti itu akan memiliki "konsekuensi serius."
Tan Kefei, juru bicara Kementerian Pertahanan China, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kapal perusak berpeluru kendali USS Milius “masuk kembali ke perairan teritorial China di lepas pantai Xisha tanpa persetujuan dari pemerintah China.”
Menuduh AS "merusak perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan," Tan mengatakan, "Tindakan militer AS telah secara serius melanggar kedaulatan dan keamanan China, dan secara serius melanggar hukum internasional."
Ini merupakan pernyataan berturut-turut dari Beijing soal peringatakan terhadap kapal perang AS.
Sehari sebelumnya, Tian Junli, seorang kolonel angkatan udara senior dan juru bicara Komando Front Selatan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), mengatakan pasukan gabungan China telah mengusir kapal perang AS setelah "melanggar" perairan teritorial China di dekat Kepulauan Xisha.
Mendesak Washington untuk "segera menghentikan tindakan provokatif seperti itu," juru bicara kementerian pertahanan China Tan memperingatkan, "jika tidak, itu akan menanggung konsekuensi serius dari kecelakaan yang disebabkan olehnya."
Dia mengatakan PLA “akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk secara tegas menjaga kedaulatan dan keamanan nasional, dan dengan tegas menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan.”
Perairan yang kaya mineral di Laut China Selatan telah lama menjadi subyek pertikaian antara China dan beberapa negara kawasan, dan AS berpihak pada negara-negara yang menentang klaim China.
Kapal perang AS sering berlayar dan jet tempur AS terbang di atas perairan hangat Laut China Selatan di bawah apa yang disebut "kebebasan navigasi", yang berulang kali disebut Beijing sebagai pelanggaran terhadap integritas teritorialnya.