Maria Elisa Hospita
03 April 2020•Update: 03 April 2020
Beyza Binnur Donmez
ANKARA
Angka kematian terkait virus korona telah menembus 50.000 jiwa sejauh ini.
Virus ini diidentifikasi pertama kali di Wuhan, China, pada Desember lalu, dan telah menyebar ke setidaknya 180 negara dan wilayah.
Menurut Johns Hopkins University di Amerika Serikat, total kematian mencapai 50.230 dari satu juta kasus yang dikonfirmasi di seluruh dunia.
Meskipun begitu, jumlah orang-orang yang pulih mencapai empat kali lipat dari jumlah kematian, yaitu 204.600 orang.
Jumlah kasus tertinggi ada di AS dengan lebih dari 226.300 kasus, diikuti oleh Italia, Spanyol, China, dan Prancis. Hingga saat ini, AS telah mengonfirmasi sekitar 5.320 kematian.
Sementara itu, Italia mencatat angka kematian tertinggi yaitu 14.000 jiwa dari 110.500 kasus, dan Spanyol melaporkan sekitar 10.000 kematian dari 110.200 pasien.
Angka kematian di Prancis sudah melampaui angka kematian China, yaitu lebih dari 4.040 kematian dari 58.000 kasus. Sedangkan China melaporkan 3.322 korban jiwa dari 82.500 kasus.
Banyak negara telah membatasi perjalanan dari negara-negara paling terdampak setelah Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan wabah virus korona sebagai pandemi global dengan Eropa sebagai pusat wabah menggantikan China.