Rhany Chairunissa Rufinaldo
19 Maret 2020•Update: 20 Maret 2020
Mustafa Melih Ahishali
ISTANBUL
Sebuah hasil penelitian memperingatkan bahwa sekitar 3,5 juta orang kemungkinan tewas di Iran akibat virus korona (Covid-19) jika tindakan karantina tidak diberlakukan secara efektif.
Studi yang dilakukan oleh komite ilmiah di Universitas Teknologi Sharif di Teheran itu mengusulkan tiga skenario terkait wabah Covid-19 di Republik Islam itu, lansir situs web Tinn Iran, Rabu.
Penelitian itu menyarankan bahwa jika tindakan karantina sepenuhnya dilaksanakan dan orang-orang mengikuti instruksi yang dikeluarkan oleh pihak berwenang, Iran akan menyaksikan 120.000 kasus infeksi dan 12.000 kematian pada awal April, ketika wabah mencapai puncaknya, sesuai dengan skenario terbaik, di mana 80 persen warga terisolasi satu sama lain.
Jika warga terisolasi satu sama lain sebesar 50 persen, Iran akan menyaksikan 300.000 kasus dan 110.000 kematian pada akhir April, kata penelitian itu.
Namun, studi itu memperingatkan bahwa jika warga gagal mengikuti instruksi, wabah akan memuncak pada akhir Mei dan negara akan menyaksikan sekitar 4 juta kasus virus korona dan sekitar 3,5 juta kematian.
Pihak berwenang Iran sejauh ini telah mencatat 1.135 kematian akibat virus korona.
Menurut Worldometer, sebuah situs web yang mengumpulkan jumlah kasus terbaru di seluruh dunia, dari 200.000 kasus yang dikonfirmasi, jumlah kematian akibat Covid-19 saat ini sudah melebihi 8.000, sementara lebih dari 82.500 pasien dinyatakan sembuh.
Jumlah kasus aktif saat ini mencapai lebih dari 109.000, 94 persen di antaranya dalam kondisi ringan dan enam persen dalam kondisi kritis.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan Eropa sebagai pusat virus baru, setelah sebelumnya berpusat dan muncul pertama kali di Wuhan, China, Desember lalu.