Rhany Chairunissa Rufinaldo
27 Februari 2020•Update: 27 Februari 2020
TEHERAN, Iran
Kementerian Kesehatan Iran pada Kamis meminta otoritas untuk membatalkan shalat Jumat dan ibadah berjamaah lain karena kekhawatiran akan penyebaran virus korona (Covid-19).
Kantor berita IRNA mengutip juru bicara Kementerian Kesehatan Kianoush Jahanpour yang mengatakan bahwa semua bentuk kegiatan yang dilakukan berkelompok harus dibatalkan sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Dia menambahkan bahwa 15 laboratorium medis akan dibuka dalam seminggu ke depan untuk mendiagnosis infeksi Covid-19.
Pada Rabu, kementerian mengumumkan bahwa empat orang meninggal akibat virus korona, menjadikan jumlah kematian akibat wabah itu di Iran mencapai angka 19.
Virus korona baru, yang secara resmi dikenal sebagai Covid-19, telah menimbulkan kecemasan global.
Di China, pusat penyebaran wabah, lebih dari 2.700 kematian dilaporkan dan para pakar kesehatan bergulat untuk menemukan obatnya.
Selain China, virus korona mematikan itu telah menyebar ke lebih dari 30 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Singapura, Prancis, Rusia, Spanyol dan India.
Bulan lalu, WHO mendeklarasikan wabah virus korona sebagai darurat kesehatan global.
*Ahmed Asmar berkontribusi pada berita ini dari Ankara.