Maria Elisa Hospita
19 Oktober 2019•Update: 20 Oktober 2019
Muhammed Emin Canik
BUENOS AIRES
Presiden Chile Sebastian Pinera mengumumkan masa darurat di ibu kota negara itu, Santiago, pada Sabtu.
Lewat status darurat ini, petugas keamanan diperbolehkan melarang masyarakat untuk berkumpul atau bergerak ke tempat tertentu.
Masa darurat akan berlangsung selama 15 hari, tetapi akan diperpanjang 15 hari lagi jika situasi tak kunjung kondusif.
Keputusan itu diberlakukan setelah unjuk rasa menentang kenaikan harga kereta berujung ricuh.
Para demonstran - banyak dari mereka adalah siswa sekolah menengah atas dan mahasiswa - merusak sejumlah stasiun kereta api bawah tanah.
Di luar stasiun, para pengunjuk rasa memblokade sejumlah ruas jalan dan juga melakukan pembakaran di beberapa titik.