Maria Elisa Hospita
15 Maret 2019•Update: 15 Maret 2019
Ali H. M.Abo Rezeg
KHARTOUM
Aksi protes kembali dimulai di beberapa kota di Sudan pada Kamis yang menyerukan agar Presiden Omar al-Bashir lengser dari kedudukannya.
Demonstrasi berlangsung di sejumlah area di Khartoum setelah Asosiasi Profesional Sudan (SPA) mendesak masyarakat untuk bergabung dengan demonstrasi.
Lewat sebuah pernyataan, SPA mengatakan ratusan mahasiswa turut berpartisipasi dalam protes di Khartoum.
Sementara itu, ribuan siswa SMA, juga menggelar protes di Khartoum, Atbara, Al-Abyad, dan Darfur Barat.
Bulan lalu, al-Bashir mengumumkan keadaan darurat nasional selama satu tahun ke depan.
Dia juga mengungkapkan rencananya untuk membentuk pemerintahan baru dan mengganti beberapa gubernur dan pejabat militer.
Al-Bashir mendesak anggota parlemen untuk menunda ratifikasi perubahan konstitusi, yang jika disetujui akan memungkinkan dirinya untuk mencalonkan diri lagi untuk masa jabatan berikutnya.
Tak lama setelah itu, al-Bashir menunjuk Menteri Pertahanan Awad ibn Oaf sebagai wakil presiden pertama negara itu.
Sejak pertengahan Desember, Sudan telah diguncang gelombang protes, di mana demonstran mengecam al-Bashir yang gagal mengatasi krisis ekonomi Sudan.
Sudan, yang berpenduduk 40 juta jiwa, telah berjuang untuk pulih dari kerugian produksi minyak sejak Sudan Selatan memisahkan diri pada 2011.